Mengatasi Komputer Lama Mati – Ferizkurniawan’s Blog


Menunggu adalah sesuatu yang membuatmu tidak nyaman, termasuk menunggu komputer menutup sama sekali. Meskipun terkadang kita bisa membiarkan komputer mati sendiri.

Lain halnya jika Anda menggunakan laptop, terutama jika Anda menggunakannya di pangkuan Anda seperti saya saat Anda sedang duduk di balkon menikmati angin malam dan ribuan nyamuk nakal saling bergesekan. Paha panas, dan nyamuk mencium benjolan lagi.

Satu-satunya hal yang sangat disarankan agar laptop Anda awet adalah jangan dipindah/dibawa hidup-hidup, ada baiknya dimatikan atau masuk ke mode sleep, atau Hibernasi. sesuai kebutuhan Anda.

Karena sebagian besar laptop masih menggunakan hard drive mekanis untuk media penyimpanannya, hard drive mekanis terdiri dari beberapa lapisan disk yang berputar dengan cepat saat digunakan. Jika terjadi guncangan besar, hard drive akan rusak.

Nah, jika Anda harus menunggu 3 menit (dalam kasus saya) sampai laptop benar-benar mati, itu cukup membosankan.

Bagi mereka yang memiliki masalah yang sama dengan saya, berikut adalah beberapa tips. Anda tidak memerlukan keterampilan pemrograman, atau peretasan tingkat dewa, hanya dengan beberapa klik masalah Anda dapat hilang dalam sekejap.

Untuk menyiasatinya sobat perlu mematikan fitur yang bernama Fast Startup, fitur ini ada di windows 8 dan 10 yang berfungsi agar komputer boot up dan loading dengan cepat saat menggunakannya.

Fitur ini sebenarnya berguna bagi Anda yang ingin buru-buru bekerja tanpa harus menunggu terlalu lama agar komputer siap digunakan. Fitur ini akan mengingat beberapa konfigurasi yang perlu dijalankan komputer Anda.

Sebelumnya saya akan menjelaskan secara singkat tentang manajemen daya komputer, atau menyebutnya dengan status daya ACPI. Status daya ACPI mengatur penggunaan daya, dan salah satu status tersebut adalah status tidur. Status tidur dibagi menjadi beberapa jenis, misalnya S0 dan S1 hingga S4.

S0 adalah keadaan dimana komputer dalam keadaan hidup, S1 dalam keadaan standby, dan S3 terjebak di RAM atau semua file yang dibutuhkan komputer disimpan dalam RAM sampai dapat dihidupkan kembali. Dan S4 atau Suspend to disk atau juga dikenal sebagai Hibernate.[atdihidupkankembalidanS4atauSuspendtodiskataujugafamiliardikenaldenganHibernate[atdihidupkankembalidanS4atauSuspendtodiskataujugafamiliardikenaldenganHibernate

Dengan mode S1 & S3, Anda dapat menjeda komputer (tidur), hingga menyala kembali. Kondisi sleep ini sangat aman bagi yang suka berkeliling saat menggunakan laptop, cukup tutup layar dan laptop akan masuk ke mode sleep. Tetapi laptop akan menggunakan daya yang sangat kecil sehingga CPU dan RAM masih mendapatkan catu daya.

Berbeda dengan S4, file/konfigurasi yang ditemukan saat menggunakan komputer akan disimpan dalam file khusus (hyberfil.sys). Saat menggunakan komputer, file tersebut akan digunakan agar komputer melakukan booting dengan cepat.

Nah, akibat dari penggunaan S4 adalah waktu shutdown yang lama karena komputer harus menyimpan data terlebih dahulu ke harddisk, tapi untungnya komputer benar-benar mati tanpa menggunakan daya apa pun.

Fast Startup hampir sama dengan hibernasi, tetapi hanya beberapa konfigurasi yang disimpan sehingga mengurangi waktu shutdown tanpa memperpanjang waktu startup. Tapi apa yang disebut rencana terkadang bisa salah. Fitur ini terkadang menyebabkan kematian komputer lama.

Jika Anda tidak keberatan menunggu untuk menyalakan komputer sambil membuat teh atau menikmati makanan ringan. Anda dapat menonaktifkan fitur ini. mudah.

  • Pertama, masuk ke Control Panel dengan mengetik “Control Panel” di kolom pencarian Windows 10.
  • Di pojok kanan, ada opsi “View by” pilih ikon besar/kecil.
  • Nanti akan muncul icon “Power Options”, klik di atasnya.
  • Di kolom kiri, pilih Pilih apa yang dilakukan tombol daya.
  • Lalu pilih ubah pengaturan yang saat ini tidak tersedia.
  • Di bagian “Pengaturan Shutdown”, hapus centang “Aktifkan startup cepat”
  • Telah selesai.


Tampilan setelah:
75